Selasa, 22 Maret 2011

who am I?

Sometimes I see a mirror and ask the someone who appears as a reflection there:

"Who are you?"

she answers: " you."

I keep asking to myself about a life I live right now. Why I always meet good people, who help me in my troubles, who go with me in my life, who always there for me when I sad, while some others around me surrounded by "bad" people.

is life unfair?

who am I, god?

When I was in Jakarta, I betrayed my mother, never speak to my sister, fought with my brother, never been good to my grandparents who grew me up, seldom to say thank you to my aunty who always fullfill my daily needs..It made me become an "outsider" in my family. I've never been close to them like most o my friends with theirs..they can chat with their sisters, support by parents,etc etc..me? never.

I am an "outsider" in my family. I have never felt to have a blood family in my own hometown.

But those kind of things made me close to everyone except my blood-family. I am close to my bestfriend's family, I can build a great relation with new people I met, I can do everything I want to do, go everywhere I want, back home everytime I need..

I am just a bad girl, who is "rejected" by my family

In here..I am become famous (I don't know in what reasons) in my semester and also this semester. Even I dont know most of people in this term right now, but they know me..

Who am I in this village?

I am working in a famous hotel in here, but it doesn't mean:

     1. The owner of the only one supermarket in here drove me from my house until hotel during a snow-rainy day.
     2. My german teacher's daughter (from goethe institute jakarta) visited me in this mountains.
     3. Guests gave my manager and me box of chocolate and they said to my manager: "das ist für die kleine asiatisch."
     4. After japan earthquake and tsunami, there was guests that worried if I come from Japan and something happened to my family.
    5. Good people around me, and I always feel that God keeps open my way step by step..And I always welcome to every place I go. Everywhere I go, I go home.

I just keep asking to my self: "Why I was born to follow this way?"

Jumat, 04 Maret 2011

Andai aku sampai pada akhir

ehem. maaf malam ini saya lagi agak sedikit galau. Tak terasa lho 3 bulan saya bekerja sebagai trainee di Hotel Rischli, Soerenberg. Gua trainee di restaurant, yang berarti setiap hari kerjaan gua bertemu dengan tamu, baik muka2 lama ataupun muka2 baru. Baik yang mukanya pengen ditendang, baik yang ingin dipeluk dengan erat.
Tiga bulan adalah waktu yang lebih dari cukup untuk bertemu berbagai jenis manusia. Ada yang sempurna, ada juga yang tak sempurna. Ada yang menerima kekurangan dirinya, ada yang mampu terus tersenyum di segala kelemahannya, ada yang terus berjuang hidup di umurnya yang dini, dan ada yang terus bertahan untuk melihat dunia.

Gua? Hidup gua sekarang ini: sempurna. Gua nggak mau minta lebih sama Tuhan. Cukup. Gua bersyukur dengan segala yang ada pada diri gua detik ini. Buat apa gua terus melihat ketiadaan, yang "ada" itu bisa dilihat kok. 

"Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah berumur tua."


Semenjak gua SD gua selalu punya bayangan tentang apa yang selanjutnya akan gua lakukan dan gua selalu yakin akan "bayangan masa depan itu". Misalnya waktu kelas 6 SD, gua keukeh banget mau masuk SMP Santa Maria (SD gua juga disitu sih), kayak cuma ada 1 SMP di seluruh Jakarta. Pokonya waktu itu gua gak mau tau gua mau masuk SMP situ. Terjadilah, gua masuk SMP Sanmar.


Waktu gua SMP, kalo ditanya cita2nya apa, gua pasti bilang: "Jadi Dokter! Terus mau sekolah di Jerman, karena kedokteran disana bagus." yah, cita2 yang standard, yang biasa diucapkan sama anak2 remaja dibawah 14 tahun, dan ternyata cita2 itu terlalu tinggi buat gua (atau terlalu absurd?) Satu kalimat lagi yang mulai gua ucapkan sejak kelas 2 SMP: " gua mau masuk SMA Santa Ursula, karena sekolahnya bagus, bakalan banyak kesempatan beasiswa ke luar negeri."


Semua yang gua ucapkan menjadi nyata seiiring dengan berjalannya waktu. Gua keterima SMA Santa Ursula 2 jam sebelum penerimaan DB 2 (yang bagi gua cuma cadangan belaka dan ale2 belaka). 


Masa- masa SMA berlalu bagai air yang dituang dari ember ke bak mandi. Begitu kasar dan cepat, tapi membuat penuh. Penuh dengan ilmu, penuh dengan masalah, dan juga penuh dengan pelajaran hidup yang paling berharga. Persahabatan, keiri-hatian, keluarga, teman, canda dan tawa, tangis dan amarah, kekompakan, well and many other things. 
Setelah satu semester menjalani sekolah yang penuh dengan tanya, yang membuat berat badan turun 3 kilo di awal tahun, awal semester 2, gua resmi masuk Goethe Institute Jakarta. Tempat pertama kali gua mengenal bahasa Jerman, dan menjadi titik awal sebuah masa depan yang kembali terlihat. Waktu terus berputar. Tepat tanggal 4 Juli 2008 gua berangkat ke Jerman untuk belajar bahasa selama 3 minggu gratis. Yup, I had scholarship from my school. 
Kelas 3 SMA. Cukup keras, tapi mengasah. Baik otak maupun batin.  Berat badan turun 10 kilo, waktu tidur berkurang 60 %. Saatnya bingung ke arah manakah masa depan gua akan berlanjut? Jerman kah? ah yang pasti gua akan melanjutkan sekolah di benua Eropa! Gua bingung setengah mati, kalo gua lanjut ke jerman, jurusan apa yang akan gua ambil? semuanya tekhnik dan mesin dan medicine, dan gua adalah anak bahasa dan gak tertarik dengan cabang2 ilmu itu. Germanistik? Linguistik? Deutsch Literatur? hmm..mau jadi apa abis lulus? pengangguran? bosen belajar teori.. Sampai pada akhirnya, tercapailah suatu musyawarah mufakat: 


SWITZERLAND. Hotel Management. Internship. in HTMI, Soerenberg, Kanton Luzern, Local Language: Deutsch.


Bagaikan mendapat suatu paket yang bener2 dibuat Tuhan buat gua. PERFECTO. Sedikit kesulitan ekonomi di awal, but well if God say: "Yes, this school package is just for you." pada akhirnya, yeah here I am. gua berangkat menuju negeri eropa, melanjutkan studi sekaligus praktek, dan gaji yang cukup untuk membantu mama membayar uang sekolah dan juga keliling muter2 eropa.


Apa yang sekarang gua pikirkan tentang masa depan? 


NICHTS! NOTHING! I CANNOT SEE MY FUTURE AT ALL! I CANNOT PREDICT IT AT ALL!


Tapi ada satu hal yang melintas dan sampai detik ini mendekam di otak gua. Pilihan kedua. Yah pilihan kedua Soe hok Gie. Aku pun pilih pilihan keduanya. Aku tak tahu, tapi pilihan kedua soe hok gie adalah pilihan gua (dan mungkin pilihan Tuhan)


Gua gak kebayang sama sekali apa yang akan gua lakukan setelah berumur 25 tahun. Akankah gua menikah? Akankah gua jadi orang sukses? Akankah gua punya anak yang lucu2, nyekolahin mereka, berjuang untuk mereka, berkorban untuk mereka? Gua gak punya bayangan! Gua ingin, tapi gua gak kebayang! 


Yang gua inginkan sekarang hanyalah berbuat baik dengan semua orang yang gua temuin. Biarlah mereka mengingat gua dengan segala kebaikan yang gua buat kepada mereka. Gua gak pernah menyesal telah di lahirkan di dunia ini. Gua gak pernah minta sekalipun untuk dilahirkan ke dunia. Tapi gua bersyukur gua di bumi sekarang. Gua menikmati keindahan dan kebusukan alam dan manusia.


Kita semua adalah titipan Tuhan, kita tak pernah meminta untuk dilahirkan, tapi Dia meminjamkan jiwa dan raga ini untuk menikmati dunia.


Well, Aku hanya ingin menikmati hidup sekarang ini. Hanya ingin melihat dunia dari sebuah segi yang bernama segi positif. Hanya ingin selalu tersenyum dan membuat orang lain bahagia. Hanya ingin memberikan support dan kasih sayang bagi mereka yang membutuhkan. Hanya ingin melihat orang lain bahagia dan tak peduli dengan kebahagiaan ku sendiri. Melihat mereka tersenyum dan menikmati indahnya dunia adalah kebahagiaanku. Aku hanya ingin melihat seisi dunia tertawa dalam kedukaan.


"Kita tak pernah menanamkan apa apa, kita tak pernah kehilangan apa - apa."



Rabu, 09 Februari 2011

Ahh ternyata..

Well,sebetulnya ini hanyalah kejadian bego yang gua alami minggu lalu.
Seperti yang kalian ketahui, gua sekarang lagi kerja praktek alias internship di sebuah hotel yang terletak di ski resort.
Yang namanya internship, akomodasi,makan dkk juga ditanggung sama bos gua. Oke, saat ini gua tinggal di sebuah rumah tua yang
dulunya bekas restaurant bersama 5 orang lainnya yang juga pekerja hotel. Rumah tua ini ada 6 kamar,2 kamar mandi, dan sisanya hanyalah ruang2 yang terkunci,entah itu lemari ato kamar kita gak pernah tau.
Gua dan monica menempati lantai 1, 3 orang cowo menempati lantai 2, dan satu cewe tidur bareng sama cowonya. Jadi, kamar di sebelah kamar gua itu kosong.

Jumat lalu gua dapet"feierabend" yang artinya gua ga perlu kerja sampe larut malam dan melakukan deep cleaning.
Emang sih gua selalu disuruh pulang lebih awal, karena tanggung jawab terbesar gua adalah ngurusin breakfast pagi2, jadi jarang banget gua disuruh ikutan deep cleaning.
Sekitar jam 6 sore gua udah sampe rumah dan mengale2 karena gatau mau ngapain, secara di rumah gua gaada internet.
Saat itu gua cuma sendirian di rumah, gua yakin banget gua sediri secara gua ketemu semua penghuni rumah gua di hotel sebelum gua pulang.
tiba2 saat gua bengong2, gua denger jelas2 suara flush-an wc cowok di lantai 2!!! Waddehel man! gua sampe diem sejenak dan mikir apa mungkin si chef udah pulang, tapi ga mungkin krn gua liat dia ganti baju dan masuk dapur di hotel.
okey, gua ga peduli lah itu apaan (Percaya ga percaya,eropa telah membuat gua ga takut sama apa2).

Karena gua ngerasa laper, gua keluar kamar dan jalan ke dapur krn gua masih nyimpen makanan di kulkas. Setelah gua ambil yogurht dkk dan matiin lampu dapur, gua berniat untuk makan di living room.
tapi pas gua matiin lampu dapur, living room yang ada di seberang dapur itu dalam keadaan lampu mati, tapi TV nya nyala dengan volume rendah.
Oh my god, gua gatau itu setan apa orang yang ada di dalem sana..
anjrit, tapi saat itu gua bener2 ga takut apa2 lho, eropa membuat gua untuk berpikir logis. Gua langsung mikir, wah ini paling cewenya chef yang lagi nonton.
Then,gua balik ke kamar ngale2 dan tidur.

Sampe pada hari ini, akhirnya gua tau kalo ada penghuni baru di rumah ini. Dia adalah anak dari cewenya chef,dan tinggal di kamar sebelah gua.
JADI..kejdian seminggu lalu itu dapat dijelaskan secara logis..

gua tau notes ini agak aneh, tapi..lucu aja, di jakarta yang kalo ke wc malem2 aja gua pasti ketakutan sendiri,apalagi di rumah oma gua, kalo ke wc tengah malem pasti semua lampu dr depan smp belakang gua nyalain dulu.
Tapi kalo disini, meskipun gua tinggal di rumah yang 20tahun yang lalu adalah restaurant, dan rumah ini sudah ada dr berpuluh2 tahun yang lalu, dengan ruang bawah tanahnya, dan ruang2 terkunci lainnya, juga dekorasi foto2 tuanya,
gua gak ngerasa takut dengan apapun yang ga bisa gua liat.
yeah, eropa membuat gua berpikir dengan otak, bukan dengan perasaan..entah kenapa bisa begini, sulit banget untuk dijelaskan.

tapi overall, gua suka rumah ini. homie banget, kalo pulang kerja malem, masuk rumah, masuk kamar,aduh rasanya kayak di rumah :)
Terlebih lagi gua tinggal di desa yang dikelilingi gunung, jadi pemandangan kiri kanan depan belakang itu pastinya gunung, damaaaiiii banget..

well, have a nice day readers :)

Rabu, 26 Januari 2011

thanks god for everything I am

Finally I use this blog again :) hello my followers, nice to meet you all. Thanks for being my followers, so happy :)
In this blog I just want to thank to God for everything happened in my life, for everything I have right now, for everything I lose, for everything I am..

1. Thanks God for everything I have got in my life. I have blood-family that still care about me even I am far away from them. I also can have "family" wherever I go in this world, I have family in school, in Lyss especially, and everywhere I go I meet a lot of nice people that help me to find my way.

2. Thanks God for my bestfriends (Jessica Ancillia and Jennifer Hakim), best-sister (Meiska Apriliana), best brother (Eddy Kusnaedy), and little sisters and brother (Agnes Ineza, Hilda Januar, and Benedictus Dennis). Thanks God you sent them into my life, even I'm not really good to them. Even sometimes I have bad temper that make me almost lose them. So sorry if I did something bad to them. I'm trying to become a better person for them.

3. Thanks God for everything I lose. I lose a lot of fake bestfriends, I lose my ex-boyfriend, and also lose my SD card that full of photography pictures in Basel. I know someday I will find the better one.

4. Thanks God for everything I am. For my talents, for my failures, for my stupidity, for my experiences, and for everything I done.

5. Thanks God for friends that can make me laugh when I feel down.

6. Thanks God for everything..

Senin, 20 Desember 2010

Welcome to new life

this is my new life my dear friends..
no internet connection.
work hard..and still in soerenberg,..

Welcome to new life, jesse

Rabu, 08 Desember 2010

Hello Tumblr!

Well, I just made my tumblr, even I still dunno how to make it. Just take a look here roadiwannakeepgoing.tumblr.com

Even I dunno to see how many followers we have..hmmm, but I love to post something on it.
I want the world know me, hehehe..

Maybe I will seldom write new blog here :( I will try to divide, okay :D
na ja, have nothing to say..
have a nice night :D

Btw, this is the last week of studying in this school. Then I'll work in Hotel Rischli, still in Soerenberg, but at least 20 minutes walking from this school :D
Good luck to me and you guys :D

Rabu, 01 Desember 2010

Now I know, But Still Trying to Understand

Last night I couldn't sleep well. I was thinking. Why everything ends like this?
I was trying to think with his personality, his mind, and his opinion.
It took an hour to think and concluded all the things.
Why he hurts me?
The answer is because he is too kind, he is too nice, and he is too gentle to be a human.
He is the gentlest guy I ever met in my life.

He doesn't want to hurts two young girls at the same time.
Hurt his real girlfriend by having affair with me,
and hurt me by knowing that me only his runaway place.
He ended our relation like this cause he doesn't want dig that hurts in my heart deeper.
He doesn't want to make it worse
He doesn't want to make his girlfriend's heart break also

One of that girl must defeat
and he chose me to stay away from his life
It could be a difficult choice for him
and for me..

I'm trying to understand..
that.
he hurts me cause he is too nice..

And the recent news I've heard: school wants to kick him out from this school! NO WAY!

I STILL WANT TO HIS FACE, EVEN THOUGH HE'S NEVER LOOKED INTO MY EYES!!!